KOKARPEMDAGRI KAB. KUNINGAN
Kamis, 26 September 2019
Kamis, 11 Juli 2019
Sektor Riil, Bisnis Menguntungkan Koperasi
INILAH
, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menilai bahwa sektor riil bisa menjadi salah satu bidang bisnis yang menguntungkan koperasi dibanding usaha simpan pinjam. Di samping bisa mendatangkan untung besar, risiko kerugian bisnisnya juga minim.
Demikian dikatakan Wagub Uu saat menghadiri penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Koperasi Anggota Dekopinda Hasil Seleksi Angkatan III dan IV di Hotel Bumi Kitri Pramuka, Cikutra, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019). Diklat ini digelar hasil kerja sama Dekopinwil Jawa Barat, SBM ITB, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Jadi, berdasarkan pengalaman kami bergerak dalam bidang koperasi maka yang paling menguntungkan dan juga tidak gambling, yaitu ke sektor riil,” ujar Wagub.
“Sehingga uang bisa cepat kembali dan juga untungnya lebih besar. Kalau sekarang meminjamkan (usaha koperasi simpan pinjam) itu untuk margin keuntungan diatur oleh BI (Bank Indonesia), tetapi untuk sektor riil terserah, bahkan bisa lebih besar,” lanjutnya.
Untuk itu, Wagub mendorong koperasi yang ada di Jawa Barat untuk beralih usahanya ke sektor riil. Hal tersebut bisa dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga atau badan usaha yang bergerak di bidang usaha barang atau jasa.
“Karena dulu, saya bergerak dalam bidang koperasi, kemudian berpindah ke lembaga keuangan agak kerepotan,” tuturnya.
Dengan begitu, Wagub berharap koperasi bisa menjadi daya dorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perluasan lapangan pekerjaan. Wagub pun mengapresiasi kegiatan Diklat tersebut, terlebih banyak dari para peserta yang hadir adalah kaum muda.
“Saya merasa bahagia karena hari ini (di Diklat) yang hadir banyak kaum milenial. Karena ada kesan katanya koperasi ini bagi orang-orang yang sudah tidak semangat lagi. Itu sebenarnya salah, justru itu yang lebih berpengalaman lebih hebat,” ungkap Uu.
“Sekarang ada kolaborasi antara yang muda dan yang tua, insya Allah koperasi di Jawa Barat akan semakin bagus lagi, koperasi di Jawa Barat bisa juara,” tandasnya.
Sementara itu, ditemui Tim Peliput Humas Jabar usai acara penutupan Diklat, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat Mustofa Djamaluddin mengatakan, bahwa sektor riil merupakan bidang yang telah digeluti oleh sebagian besar koperasi di Jawa Barat.
“Hampir sebagian besar anggota koperasi itu di sektor riil. Ada di IKM (Indutsri Kecil Menengah), UKM (Usaha Kecil Menengah) itu sendiri, itu akan merupakan suatu gabungan yang terstruktur dan bisa mengembangkan secara maksimal,” paparnya.
Dekopinwil Jabar justru saat ini sedang membangun kolaborasi dan inovasi untuk mengembangkan sistem usaha koperasi yang lebih terstruktur berbasis information technology (IT). Melalui upaya ini, diharapkan bisa memperluas jaringan usaha antar-pelaku usaha khususnya pelaku usaha di koperasi.
“Kita nanti akan mencoba mengembangkan jaringan usaha antarpelaku usaha itu dengan baik, sehingga tumbuh semangat koperasi ini secara maksimal dan mampu memberikan kontribusi kepada peningkatan kemampuan pemberdayaan dari potensi-potensi yang ada,” jelas Mustofa.
Bekerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB), Diklat Koperasi Anggota Dekopinda Hasil Seleksi Angkatan III dan IV berlangsung dari 1-5 Juli 2019. Tema yang diambil yaitu "Inovasi Kolaborasi AntarKoperasi melalui Digital Platform Ekosistem Bisnis KUKM".
Ada 270 peserta ikut serta dalam diklat ini. Mereka merupakan hasil seleksi dari 2.700 koperasi di seluruh Jawa Barat. Mustofa menuturkan, dari 2.700 koperasi ini, untuk tahap awal sebanyak 40 koperasi di antaranya akan diberikan pembinaan koperasi berbasis IT.
“Kami kerja sama dengan pihak-pihak terkait, yaitu mulai kami kembangkan agar IT ini bisa secara bertahap dilakukan atau dikembangkan di masing-masing koperasi. Misalnya pelayanan, jadi anggota untuk mengontrol tabungan cukup melalui HP, ada aplikasinya dan sedang kami lakukan,” tutupnya. (sur)
sumber: https://www.inilahkoran.com/berita/18459/sektor-riil-bisnis-menguntungkan-koperasi
Sabtu, 03 November 2018
Hadir di Kuningan, Ini yang Dilakukan Menteri Koperasi dan UKM
KUNINGAN (MASS) – Jumat siang Pendopo Kuningan mendapatkan kunjungan tamu spesial yakni Menteri Koperasi dan UMKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Sang Menteri yang didampingi juga istrinya Bintang Puspayoga.
Agenda mantan Wakil Gubernur Bali itu adalah membuka Seminar Nasional Kewirausahaan dalam rangka HUT Kopma Universitas Kuningan ke-12. Lalu, Penyerahan Secara Simbolis Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM.
Selain itu juga Penyerahan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Awards 2018. Hadir juga Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim, MrKim dan Mr Lee selaku perwakilan dari Korea dan Kadis Koperasi dan UKM Kuningan Ir Bunbun Budhiyasa.
Pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan KUD Bangkit Abadi Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus. Lalu, penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan Setia Murni Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu.
Menteri Puspayoga juga menyerahkan, program startegis mulai dari Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Award, Universitas Indonesia, Universitas Warmadewa Bali, PT Bank Mandiri Persero, PT IBM Indonesia. Lalu, Komunitas Tangan Di atas, Himpunan GKN Indonesia, Koperasi Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, dan Bali TV.
Selain itu juga, memberika sertikfikat NIK, sertifikat hak cipta dan merk, sertifikat halal, ijin usaha mikro kecil. Kemudian, bantuan wirausaha pemula, sertifikat PIRT sertifikat tanah UKM KUR dari empat perbangkan.
Puspayoga yang didampingi Bupati Kuningan H Acep Purnama dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul melakukan penandatangan prasasati Pasar Rakyat Desa/Kecamatan Ciniru yang merupakan program Tugas Pembantuan Kementrian Koperasi dan UKM.
“Untuk meningkat kesejatraan koperasi UKM maka PDBnya yang harus ditingkatkan. Mengenai rasio wirausawahan harus 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Capaian pada 2016 baru 1,65 persen dan saat ini menjadi 3,01 persen. Koperasi juga seperti itu yakni 1,71 tahun 2017 kini menjadi 4.48 persen. Dalam situasi seperti ini koperasi dan UKM sangat strategis,” ujarnya Puspayoga.
Menteri mendoakan pada acara Seminar Nasional Kewirausahaan, nanti para mahasiswa bisa menjadi wirausahawan yang tidak saja menghasilkan keuntungan sendiri, tapi memberikan benefit bagi masyarakat. Istilahnya sosial premier. Kalau hanya dapat keuntungan itu kapitalis.
Wagub Uu ikut menambahkan, yang namanya wirausaha dan UKM sudah menjadi karater bangsa Indonesia dari dulu. Ia sendiri merupakan pengagum ekonomi kerakyatan, maka sekarang Jabar tengah lari kencang dalam bidang ekonomi dengan cara mendorong lahirnya UKM-UKM termasuk di pedesaan.
“Dengan lahirnya UKM-UKM baru maka meningkat kesejahtraan warga di daerah. Bukan berarti kami tidak senang dengan perusahaan besar di Jabar, karena itu pun kami perlu. Tetapi fokus kepada UKM karena UKM tahan banting,” ujarnya.
Untuk mendukung lahirnya UKM di Jabar maka pihak Pemrov Jabar berkerja sama dengan bank Jabar. Salah satunya adalah kredit Meser. Keredit ini merupakan daya dorong agar UKM lebih maju.
Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengucapkan Selamat datang kepada Menteri Koperasi dan UMKM, dan Wakil Gubernur Jawa Barat yan telah berkunjung ke Kabupaten Kuningan dengan membawa berbagai program kegiatan yang akan menjadi berkah bagi perekonomian Kuningan.
Tidak lupa Bupati Kuningan juga mengucapkan selamat kepada peraih penghargaan yang telah diberikan oleh Gerakan Kewirausahaan Nasional 2018. Harapannya dapat menambah semangat untuk berjuang memajukan koperasi dan UKM. (agus)
Agenda mantan Wakil Gubernur Bali itu adalah membuka Seminar Nasional Kewirausahaan dalam rangka HUT Kopma Universitas Kuningan ke-12. Lalu, Penyerahan Secara Simbolis Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM.
Selain itu juga Penyerahan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Awards 2018. Hadir juga Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim, MrKim dan Mr Lee selaku perwakilan dari Korea dan Kadis Koperasi dan UKM Kuningan Ir Bunbun Budhiyasa.
Pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan KUD Bangkit Abadi Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus. Lalu, penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan Setia Murni Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu.
Menteri Puspayoga juga menyerahkan, program startegis mulai dari Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Award, Universitas Indonesia, Universitas Warmadewa Bali, PT Bank Mandiri Persero, PT IBM Indonesia. Lalu, Komunitas Tangan Di atas, Himpunan GKN Indonesia, Koperasi Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, dan Bali TV.
Selain itu juga, memberika sertikfikat NIK, sertifikat hak cipta dan merk, sertifikat halal, ijin usaha mikro kecil. Kemudian, bantuan wirausaha pemula, sertifikat PIRT sertifikat tanah UKM KUR dari empat perbangkan.
Puspayoga yang didampingi Bupati Kuningan H Acep Purnama dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul melakukan penandatangan prasasati Pasar Rakyat Desa/Kecamatan Ciniru yang merupakan program Tugas Pembantuan Kementrian Koperasi dan UKM.
“Untuk meningkat kesejatraan koperasi UKM maka PDBnya yang harus ditingkatkan. Mengenai rasio wirausawahan harus 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Capaian pada 2016 baru 1,65 persen dan saat ini menjadi 3,01 persen. Koperasi juga seperti itu yakni 1,71 tahun 2017 kini menjadi 4.48 persen. Dalam situasi seperti ini koperasi dan UKM sangat strategis,” ujarnya Puspayoga.
Menteri mendoakan pada acara Seminar Nasional Kewirausahaan, nanti para mahasiswa bisa menjadi wirausahawan yang tidak saja menghasilkan keuntungan sendiri, tapi memberikan benefit bagi masyarakat. Istilahnya sosial premier. Kalau hanya dapat keuntungan itu kapitalis.
Wagub Uu ikut menambahkan, yang namanya wirausaha dan UKM sudah menjadi karater bangsa Indonesia dari dulu. Ia sendiri merupakan pengagum ekonomi kerakyatan, maka sekarang Jabar tengah lari kencang dalam bidang ekonomi dengan cara mendorong lahirnya UKM-UKM termasuk di pedesaan.
“Dengan lahirnya UKM-UKM baru maka meningkat kesejahtraan warga di daerah. Bukan berarti kami tidak senang dengan perusahaan besar di Jabar, karena itu pun kami perlu. Tetapi fokus kepada UKM karena UKM tahan banting,” ujarnya.
Untuk mendukung lahirnya UKM di Jabar maka pihak Pemrov Jabar berkerja sama dengan bank Jabar. Salah satunya adalah kredit Meser. Keredit ini merupakan daya dorong agar UKM lebih maju.
Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengucapkan Selamat datang kepada Menteri Koperasi dan UMKM, dan Wakil Gubernur Jawa Barat yan telah berkunjung ke Kabupaten Kuningan dengan membawa berbagai program kegiatan yang akan menjadi berkah bagi perekonomian Kuningan.
Tidak lupa Bupati Kuningan juga mengucapkan selamat kepada peraih penghargaan yang telah diberikan oleh Gerakan Kewirausahaan Nasional 2018. Harapannya dapat menambah semangat untuk berjuang memajukan koperasi dan UKM. (agus)
Minggu, 05 Agustus 2018
Puncak HUT ke- 71 Koperasi, Tebar Hadiah dan Penghargaan
KUNINGAN (MASS)- Ribuan orang mengikuti gerak jalan santai pada HUT ke- 71 Koperasi Tingkat Kabupaten Kuningan. Acara dipusatkan di Pandapa Paramarta, Minggu (5/8/2018), sekaligus dengan kegiatan Kuningan UMKM Expo.
Bukan hanya jalan santai tapi juga, pada acara HUT koperasi bertabur hadiah dan juga pemberian hadiah kepada lembaga koperasi yang berprestasi. Ada tiga kategori yang tahun ini dilakukan penilaian yakni Koperasi Berprestasi, tokoh koperasi dan lomba cerdas cermat.
Untuk kategori Koperasi Berprestasi adalah Juara I Koperasi Karyawan Primkopppol Resort Kuningan, Juara II Koperasi RS Wijaya, Juara III Koperasi BRI, dan terakhir Koperasi PDAM. Sedangkan Tokoh Koperasi adalah H Uji Sujiana yang merupakan Ketua KUD Bangkit Abadi Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus.
Sementara untuk Juara Lomba Cerdas Cermat Koparasi disabet oleh SMAN 2 Kuningan, SMK 2 Kuningan dan SMAN 3 Kuningan. Para pemenang diberikan piagam, tropi dan uang pembinaan dari pihak Dinas Koperasi dan UKM Kuningan. Adapun Penyerahan hadiah dilakukan oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama, didampingi Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan, Dandim Kuningan Letkol inf Daru, Kadis Koperasi dan UKM Ir Bunbun Budhiyasa.
“Ini acara puncak HUT ke 71. Pameran UMKM merupakan bagian dari rangkaian acara tersebut. Alamamdulilah acara berjalan lancar,” ujar Bubun,
Ditempat yang sama Bupati Acep Purnama mengatakan, koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat berbasis anggota, diharapkan mampu mengatasi persoalan internal yang dihadapi lembaga serta anggotanya khususnya peningkatan bidang Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas produksi, pemasaran serta permodalan.
“Koperasi punya kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan anggota agar koperasi punya anggota yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan koperasinya,” kata Acep.
Menurutnya, partisipasi akan meningkat jika pengurus dan manajemen koperasi mampu mengembangkan program dan kegiatan yang menarik anggota diantaranya bidang organisasi, usaha serta permodalan koperasi.
Pemerintah daerah akan terus hadir dan berkomitmen dalam membina koperasi melalui berbagai kebijakan dan program sebagai upaya menciptakan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas memahami gagasan berkoperasi sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran mendirikan dan memanfaatkan koperasi guna memenuhi kepentingan ekonomi dan sosial.
Diterngkan, hingga kini koperasi di Kabupaten Kuningan tercatat sebanyak 574 unit, dengan jumlah anggota sebanyak 83.439 orang. Sementara total modal koperasi mencapai Rp192 Milyar dan modal luar Rp221 Milyar serta volume usaha mencapai Rp794 Milyar .
“Koperasi memberikan kontribusi nyata dalam perekonomian daerah, mengentaskan kemiskinan serta penyerapan tenaga kerja di desa-desa atau kecamatan,” imbuhnya .(agus)
Upacara Puncak HUT Koperasi Ke-71 Tingkat Kab. Kuningan
Upacara Puncak HUT Koperasi Ke-71Tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung di Lapang Pandapa Paramartha pada hari Ahad 5 Agustus 2018.
Ketua Panitia HUT Koperasi Drs. H.Firman, MM yang juga ketua Kokarpemdagri Kab. Kuningan, mengungkap kan acara ini merupakan acara puncak setelah beberapa rangkaian kegiatan di laksanakan dalam rangka memperingati HUT Koperasi, diantaranya Safari Koperasi, Bhakti Sosial, Lomba Cerdas Cermat, Talkshow, Mengikuti Upacara HUT Koperasi tingkat Provinsi di Kab. Karawang dan yang akan di laksanakan pada bulan September yaitu Study Banding Ke Koperasi yang telah maju di Banten.
Diawali dengan Jalan Sehat yang di ikuti oleh perwakilan gerakan koperasi dan masyarakat sekitar, termasuk Kokarpemdagri Kab. Kuningan ikut serta di dalam nya.
Upacara HUT Koperasi Ke-71 Tingkat Kab. Kuningan di hadiri langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH.
Pada akhir acara di lakukan pengundian kupon jalan sehat yang berhadiah doorprize menarik dan di iringi oleh hiburan musik dangdut.
Ketua Panitia HUT Koperasi Drs. H.Firman, MM yang juga ketua Kokarpemdagri Kab. Kuningan, mengungkap kan acara ini merupakan acara puncak setelah beberapa rangkaian kegiatan di laksanakan dalam rangka memperingati HUT Koperasi, diantaranya Safari Koperasi, Bhakti Sosial, Lomba Cerdas Cermat, Talkshow, Mengikuti Upacara HUT Koperasi tingkat Provinsi di Kab. Karawang dan yang akan di laksanakan pada bulan September yaitu Study Banding Ke Koperasi yang telah maju di Banten.
Diawali dengan Jalan Sehat yang di ikuti oleh perwakilan gerakan koperasi dan masyarakat sekitar, termasuk Kokarpemdagri Kab. Kuningan ikut serta di dalam nya.
Upacara HUT Koperasi Ke-71 Tingkat Kab. Kuningan di hadiri langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH.
Pada akhir acara di lakukan pengundian kupon jalan sehat yang berhadiah doorprize menarik dan di iringi oleh hiburan musik dangdut.
Sabtu, 04 Agustus 2018
Ada 30 Stand UMKM dan 5 Kuliner, Ayo ke Pandapa Paramarta!
KUNINGAN (MASS)- Bagi warga Kuningan yang ingin mengetahui produk buatan pengrajin lokal, maka bisa datang ke Lapangan Pandapa Paramarta. Di tempat yang berada di kawasan kompleks Mashud Wisnu Saputra itu ada pameran Kuningan KUKM Expo yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Kegiatan ini digelar selama tiga hari (3-5/8/2018) dengan menghadirkan 30 UMKM yang terdiri dari roduk makanan, handycraft dan fashion. Selain itu ada lima stand kuliner khas Kuninganan . Agenda rutin tiap tahun itu dibuka oleh Pj Sekda Kuningan Drs Dadang Supardan MSi.
Kadis Koperasi dan UKM Ir Bunbun Budhiyasa mengaku, meski ada 30 stand. Namun, sebenarnya total yang hadir pelaku usaha ada 64. Pihaknya membuat grup masing-masing produk agar mudah dalam memfasilitasi mereka. Sebagai contoh pengrajin ranginan dengan ranginan. Begitu dengan produk minunam, hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen.
“Kegiatan ini merupakan bukti bahwa pemerintah memfasilitasi promosi produk unggulan KUMKM dalam upaya menggerakan dan meninngkatkan kewirausahaan masyarakat serta perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan harapan pelaku UMKM dapat menjadi pengalaman nyata dapat memasarkan produknya lebih luas lagi yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kuningan,: jelasnya.
Dengan diadakannya pameran UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan kemampuan pemasaran produk para anggota koperasi dan pelaku UMKM. Lalu, mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru, serta menjalin kemittraan usahaa antar koperasi, pelaku UMKM dengan pihak BUMN/perbaankan maupun dengan swasta.
“Produk yang mengikuti pameran adalah yang sudah mempunyai izin PIRT dan jug sertifikat halal. Kami tidak main-main karena ingin produk masih 500,” ujarnya.
Sementara itu Pj. Sekda Dadang Supardan dalam sambutannya mengatakan, kita tidak perlu malu untuk menjiplak dan mencontoh koperasi-koperasi yang sudah maju, seperti koperasi susu yang ada di selandia baru yang akhirnya menjadi koperasi serba usaha, sehingga mampu menjadi koperasi nomor satu penghasil susu sapi didunia dari asalnya koperasi peternak susu.
“Tantangan kita selalu dalam meningkatkan pasar, kurangnya kelogowoan dalam bekerjasama membangun da komunitas demi memnuhi permintaan pasar yang lebih besar. Permintaan banyak dan kemudian hilang karena kita tidak dapat memenuhi permintaan pasar baik kuantitas, kualitas maupun persaingan harga dengan daerah lain,” sebutnya.
Dengan diadakannya kegiatan KUKM Expo ini diharapkan kedepan promosi pemasaran produk-produk KUKM Kabupaten Kuningan semakin baik. Pihak memeinta kepada siswa untuk manfaatkan dunia teknologi untuk memasarkan seperti yang tengah booming saat ini menggunnakan media sosial. (agus)
Langganan:
Komentar (Atom)






